Dengan Apa Engkau Mengukur Bahagiamu?

Dengan Apa Engkau Mengukur Bahagiamu?

Dengan Apa Engkau Mengukur Bahagiamu?

Banyak definisi dari kata bahagia, dan setiap orang pun berbeda-beda penafsiran ataupun mengartikannya, yang hermanbagus ketahui bahwa manusia itu memiliki sifat yang unik, karena sifat uniknya itu menjadikan bahagia setiap manusia tidaklah sama. Lalu, bagaimanakah mengukur dari sebuah kebahagiaan itu? dengan harta yang kau punya? dengan paras wajah cantik/tampan yang kau miliki? dengan pangkat pekerjaan yang tinggi sehingga orang lain segan terhadapmu?. Apakah begitukah engkau mengukur kebahagiaan dalam hidupmu?

Apakah engkau mengukur bahagia dengan memiliki harta? dengan tabungan saldo yang banyak angka nol dibelakangnya, segala perhiasan telah kamu miliki semuanya, ingatlah semua ini hanyalah sebuah titipan, dunia ini hanyalah sebuah biasan dari setitik air yang ada di dalam syurga. 

Apakah engkau juga mengukur bahagia karena memiliki wajah cantik/tampan yang rupawan? ingat raga ini juga titipan, cantikmu, tampanmu yang menawan pada akhirnya akan menua. 

Apakah engkau juga mengukur bahagia dengan memiliki pasangan hidup yang menawan, rupawan dan semua orang akan iri memandangnya? seolah-olah engkaulah manusia yang paling beruntung karena memiliki pasangan berraga yang sangat sempurna, padahal jika kau sadari, itu semuanya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan para penghuni surga.

Akankah bahagiamu diukur dengan barang mewah, dikelilingi dengan gadget terupdate? mobil, rumah, sehingga membuat derajat sosialmu naik dipandang oleh mata manusia? yang seolah-olah engkau adalah makhluk yang paling mulia diantara mereka yang miskin harta. Jika engkau tahu, bagi Allah, engkau hanyalah manusia yang sombong dan tak pandai menjaga titipannya.

Sejauh mana engkau mengukur bahagiamu? tak perlu jauh-jauh mencari kebahagiaan, sesungguhnya jika engkau menyadarinya, ukuran bahagia itu ada di dalam dirimu sendiri. Mulai dari hatimu yang senantiasa bersih, berfikiran positif kepada hidup ini, hati dan bibir yang selalu bersyukur dan merasa cukup, harta yang selalu digunakan untuk kebaikan di jalan ALLAH, waktu yang selalu digunakan untuk mengingat kematian, kematian lah yang dekat dengan hidup ini. Sifat, sikap yang selalu rendah hati, menjauhi iri dan dengki. Umur dan raga digunakan yang bermanfaat bagi sesama. Bakti yang selalu diberikan kepada orang tua.

Wahai sahabatku, jika cara mengukur bahagiamu adalah karena dunia, maka percayalah engkau pasti tidak akan menemukannya, engkau pun tidak akan pernah merasa puas, tidak akan pernah merasa cukup, karena bahagia yang dikukur oleh dunia sifatnya fana dan hanya sementara. 

Semakin hari engkau akan terus mencari yang namanya nikmat dunia, akan semakin jauh dari rahmat rabbmu, sementara bahagia yang sesungguhnya adalah pada saat engkau dekat dengannya.

Jadi itu cara mengukur bahagiaku, walaupun belum sempurna, aku berusaha dan terus mencoba belajar untuk menyempurkannya, dan bagaimana dengan cara mengukur kebahagiaanmu? jika masih ada yang salah, benahilah, selagi ada waktu untuk melakukannya, semoga bermanfaat, AMIN.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dengan Apa Engkau Mengukur Bahagiamu?"

Post a Comment